<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yeniifah's Weblog</title>
	<atom:link href="http://yeniifah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yeniifah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Oct 2008 07:16:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yeniifah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yeniifah's Weblog</title>
		<link>http://yeniifah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yeniifah.wordpress.com/osd.xml" title="Yeniifah&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yeniifah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>gunung klotok</title>
		<link>http://yeniifah.wordpress.com/2008/10/15/gunung-klotok/</link>
		<comments>http://yeniifah.wordpress.com/2008/10/15/gunung-klotok/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 07:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yeniifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yeniifah.wordpress.com/2008/10/15/gunung-klotok/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar tentang Gunung Klotok? Gunung ini adalah salah satu gunung yang terdapat di dekat kaki Gunung Wilis. gunung ini terletak di Kediri dekat dengan tempat wisata Gua Selomangkleng. Ada yang mengatakan bahwa Klotok sebenarnya adalah salah satu bukit dari Gunung Wilis, karena banyak didatangi orang, dan lumayan jauh dari Gunung Wilis itu sendiri, kebanyakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yeniifah.wordpress.com&amp;blog=5181628&amp;post=3&amp;subd=yeniifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Pernah dengar tentang Gunung Klotok? Gunung ini adalah salah satu gunung yang terdapat di dekat kaki Gunung Wilis. gunung ini terletak di Kediri dekat dengan tempat wisata Gua Selomangkleng. Ada yang mengatakan bahwa Klotok sebenarnya adalah salah satu bukit dari Gunung Wilis, karena banyak didatangi orang, dan lumayan jauh dari Gunung Wilis itu sendiri, kebanyakan orang menyebutnya dengan Gunung Klotok. Keunikan gunung ini adalah bentuknya menyerupai sosok perempuan yang sedang tidur. Hanya sekitar 2 jam perjalanan kita sudah bisa menginjakkan kaki kita di puncak bukit Klotok.</p>
<p>            Sabtu 12 Mei ’07 kemarin kami melancong ke bukit itu. Kami terdiri atas 3 orang cewek. Ina dari MAHASPALA (STAIN Kediri), umble (Riya) dan L-toy (Hikmah) dari Mapalsa Sby. Tepat pukul 20.30 WIB kita memulai start setelah menitipkan motor kami di sebuah rumah yang biasanya memang untuk penitipan sepeda bagi para pendaki. Di persimpangan jalan yang memisahkan jalan setapak dan jalan raya kami berpapasan dengan para pendaki lain, mereka terdiri dari sekitar 8 orang dan masih sekolah tingkat STM (Sekolah Tehnik Mesin). Niat awal kami ingin mengekor pada anak-anak ini, karena kami memang belum pernah sekali pun naik Klotok, bahkan bisa dibilang belum kenal sama sekali. Namun parahnya, anak-anak STM ini malah tidak membawa senter atau penerangan apapun dalam perjalanan, malah mereka ingin meminjam senter kami. Dengan pertimbangan senter kami hanya 2 buah, akhirnya kami meminjamkan salah satunya. Sialnya, senter yang kami pinjamkan itu tidak mau menyala. So, walau kami tidak pernah naik bukit ini, kami juga akhirnya yang menjadi leader (pemimpin perjalanan).</p>
<p>            Di tengah perjalanan, salah seorang dari mereka memotong ranting pohon untuk memasak. Sedih rasanya melihat hal itu, bagaikan menyayat kulit kami tanpa rasa bersalah. Dengan hati dongkol kami tetap berjalan, tiba-tiba terdengar jerit kesakitan dari arah pemotong pohon itu.</p>
<p>            ”Ada yang bawa tali…? terserah tali apa, tali rafia atau tali apa, pokoknya terserah, cepat!!!” teriaknya dengan tergesa-gesa.</p>
<p>            Salah satu dari tim kami menyusulnya. Ternyata anak itu telah memotong pohon tempat lebah bersarang. Dan kini, dia telah memetik hasilnya akibat memotong pohon sembarangan. Memang indah bersahabat dengan alam, tapi jangan salah … alam lah yang menentukan siapa yang layak menjadi sahabatnya. Untungnya salah satu dari tim kami membawa tali pita di tangannya. Dan korban tetap bersikeras ikut melanjutkan perjalanan.</p>
<p>            Sesampai di tengan bukit, kami menemukan banyak sekali segerombolan pendaki lain yang turut menikmati indahnya lampu kota dari atas bukit, bahkan tempat itu hampir penuh. Ingin kami beristirahat bersama mereka (orang-orang yang barusan kami temui), namun kami lebih memilih untuk meneruskan perjalanan dan mencari lokasi yang lebih sepi dan tentu saja layak.</p>
<p>            Tak lama kemudian, sekitar pukul 21.30 WIB kami menemukan tempat yang lumayan luas untuk beristirahat. Namun sebelumnya kami harus melalui jalur yang sarat dengan tumbuhan berduri. Pendakian memang butuh perlengkapan sesafety mungkin, tidak seperti salah seorang dari teman kami dari MAHASPALA yang hanya menggunakan sandal jepit dalam pendakian, walau gunung ini tak terlalu tinggi, tapi bukan berarti kita boleh meremehkannya. Karena, gunung tetaplah gunung, tempat yang liar dan natural. Akibatnya … banyak sekali duri yang tersangkut di kulitnya.</p>
<p>            Di tempat ini kami menggelar ponco[1], yang lain mengeluarkan kompor spirtus[2] dan nesting[3] untuk membuat kopi, sambil menunggu 2 teman kami dari MAHASPALA yang katanya akan menyusul. Di belakang kami terlihat sibuk anak-anak STM tadi sedang mencari kayu untuk memasak di api unggun layaknya pramuka yang lagi berkemah. Terlihat aneh mereka memandang cara kami memasak, tentu sangat beda, kami hanya perlu menggali lubang untuk kompor spirtus, meletakkan tisu sebagai ganti sumbunya, dan … jadi deh tinggal nyalakan api. Sangat praktisan ekonomis. Dan yang pasti … tidak perlu mengorbankan satu ranting pohon pun untuk sekedar memasak mie atau kopi.</p>
<p>            Seusai membuat kopi, kami merapikan barang bawaan kami yang semula berantakan. Teman-teman di belakang kami terlihat masih sibuk memasak. Sambil beratapkan langit penuh bintang, AC natural berhembus pelan membelai dedaunan, kami saling berbagi pengalaman, bercanda, dan sesekali melihat bintang jatuh. Kemudian tertidup pulas dibalik sleping bag[4]. Sementara kami tidur, anak SMK tadi ternyata masih penasaran dengan kompor yang kami bawa. Mereka meminta spirtus dan mencoba menyalakannya. Sampai spirtus kami habis karena untuk mengobati rasa penasaran mereka. Marah??? Apa ada gunanya?.</p>
<p>            Pukul 04.00 WIB mereka membangunkan kami, sekaligus berpamitan. Kami sengaja tinggal di situ untuk menunggu sunrise. Setelah shalat subuh dan packing, kami melanjutkan perjalanan kepuncak gunung Kelud.</p>
<p>            Jalur ke puncak cukup sulit dan menanjak. Pohon berduri bagai pengawal yang siap menyambut tamu-tamu yang berdatangan. Jalannya sempit, berkelok-kelok dan cukup terjal. Mentari mulai menampakkan diri, sinarnya cukup menyengat mengundang keringat dari pori-pori kami. Sayang sunrise tak seperfect bayangan kami, mendung dan awan tak rela berbagi. Ditengah perjalanan kami berpapasan dengan rombongan lain, cukup banyak dan semua cowok. Begitu pula ketika akan sampai di puncak, kami bertemu dengan anak-anak STM itu lagi. Kami kira mereka sudah turun dari tadi.</p>
<p>            ”Lho mbak, kok berani tanpa pendamping kesini?” itu salah satu celetukan mereka yang kemarin malam berkali-kali kami dengar.</p>
<p>            ”puncaknya masih jauh gak?” tanyaku penasaran.</p>
<p>            ”paling juga 6 kilo-an lagi mbak”</p>
<p>            lumayan juga sih. Setelah berpamitan kami melanjutkan perjalanan. Makin ke atas pepohonan makin rimbun dan teduh, tak ketinggalan pasukan duri ikut mengantar. Kami sempat break barang semenit untuk sekedar minum dan duduk-duduk melepas payah.</p>
<p>            Pukul 05.50 WIB sampai juga kita ke puncak Gunung Kelud. Menyedihkan! Sekaligus kasihan malihat keadaan puncak yang penuh dengan sampah  dan bau pesing dari penjuru arah. Sejenak kami melepas lelah, kami sarapan roti sambil menikmati indahnya panorama kota Kediri dari atas puncak. Terlihat agak jelas tempat-tempat wisata Kediri, bagai melihat peta, peta yang nyata. Di puncak terdapat juga gubuk beratapkan seng tanpa dinding, di atasnya terdapat kain spanduk yang di pasang seperti bendera, juga  di samping gubuk itu. Di segala sisi sarat sekali dengan coretan-coretan tangan tak bertanggung jawab. Agar tak pulang dengan tangan kosong (tanpa manfaat apa pun), kami mengadakan bersih gunung dari mulai puncak sampai kaki gunung. Walau tak menjamin gunung klotok akan selalu bersih, namun setidaknya kita ikut meminimalisir banyaknya sampah anorganik yang menumpuk. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi?! Sempat salah seorang dari tim kami menuliskan sesuatu di secarik kertas pembungkus yang isinya ancaman bagi orang-orang yang memperlakukan alam dengan seenak perutnya. Menebang pohon, membuang sampah, dan kencing sekenannya. Aneh memang, namun tidak lucu bila kemarahan kami hanya di anggap gurauan!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yeniifah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yeniifah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yeniifah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yeniifah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yeniifah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yeniifah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yeniifah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yeniifah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yeniifah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yeniifah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yeniifah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yeniifah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yeniifah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yeniifah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yeniifah.wordpress.com&amp;blog=5181628&amp;post=3&amp;subd=yeniifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yeniifah.wordpress.com/2008/10/15/gunung-klotok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/df30b6d0c4ae3a341f0578307f8a0304?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yeniifah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://yeniifah.wordpress.com/2008/10/15/hello-world/</link>
		<comments>http://yeniifah.wordpress.com/2008/10/15/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 07:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yeniifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yeniifah.wordpress.com&amp;blog=5181628&amp;post=1&amp;subd=yeniifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yeniifah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yeniifah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yeniifah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yeniifah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yeniifah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yeniifah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yeniifah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yeniifah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yeniifah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yeniifah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yeniifah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yeniifah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yeniifah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yeniifah.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yeniifah.wordpress.com&amp;blog=5181628&amp;post=1&amp;subd=yeniifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yeniifah.wordpress.com/2008/10/15/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/df30b6d0c4ae3a341f0578307f8a0304?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yeniifah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
